Monolog Perdana SarMag Sastra Inggris angkatan 2016

Beberapa waktu lalu, program Sarjana Magister (SarMag) Sastra Inggris 2016 Universitas Gunadarma menggelar pentas monolog perdana di Laboratorium Teater kampus E Universitas Gunadarma. Pentas monolog ini sebagai ujian akhir untuk matakuliah Pementasan Drama Inggris. Bedanya, untuk kelas regular diwajibkan untuk membuat pementasan drama bersama kelompok, sementara program SarMag pentas monolog sendiri sendiri (One Man Show).

“Karena waktu yang terbatas dan program SarMag selesai lebih cepat, maka Lab Teater memutuskan untuk mengadakan pentas monolog saja. Meskipun pada praktiknya, teman-teman boleh dibantu untuk tata musik dan cahaya. Tapi untuk dramanya benar-benar sendiri,” tutur Eva Nurfatimah, dosen pengampu matakuliah Pementasan Drama.

Ditambahkan Eva, meskipun pentas monolog ini adalah pentas pertama untuk SarMag Sastra Inggris, tapi penampilan mahasiswa-mahasiswa ini patut diacungi jempol. “Saya rasa penonton sepakat yah, bahwa banyak yang bagus dan aktingnya keren-keren, meskipun persiapannya diburu-buru, tapi mental mereka semua siap, sehingga pementasan ini membuat penonton terpukau,” tambahnya.

Dari berbagai monolog Inggris yang dipentaskan ada tiga pementas terbaik yaitu: Laras Anindya (4.48 Psychosis by Sarah Kane) sebagai juara satu, sementara juara dua adalah Mia Purwati (The Serpent’s Tale by Leonid Andreyev), dan ketiga adalah Aliya Fadhilla (The Care and Feeding of Baby Birds by Ann Wuehler).

Salah satu pemenang Mia Purwati menyebutkan kebahagiaannya saat bisa mementaskan naskah monolog Inggris untuk salah satu penentu kelulusan matakuliah Pementasan Drama Inggris. “Awalnya saya kira kelas kami tidak akan mendapatkan kesempatan untuk pentas seperti halnya kelas regular. Tapi ternyata pas kami tahu bahwa kami dapat matakuliah ini, kami merasa tertantang untuk bisa pentas dengan baik, dan ini yang saya sendiri tunggu,” kata perempuan yang pernah menjadi Ambassador of Business Edupreneur 2019 di UPI Bandung itu.

Mia menuturkan dengan waktu yang sangat terbatas ini, justru membuat SarMag 2016 berlatih lebih giat dan bersungguh. “Meskipun tidak seperti kelas regular yang bisa pentas beramai-ramai, tapi kami berterima kasih sekali karena sudah bisa membuat pementasan, ditambah dukungan dari seluruh crew Lab Teater UG, sangat membantu kami selama proses persiapan hingga pentas.” Jelas Mia.

Kelas regular biasa mempersiapkan pentas drama sedikitnya tiga sampai empat bulan, tapi kelas SarMag harus bisa mempersiapkan pementasan satu hingga dua bulan lamanya. Tapi dengan pembekalan yang cukup, latihan yang teratur, maka pentas ini dapat berjalan dengan lancar.


Eka Ardhinie


  • 2020-06-19 11:08:49 WIB